Pages

Selasa, 06 Desember 2011

4 Fenomena Aneh Di Dunia

Di dunia ini banyak sekali terdapat fenomena-fenomena aneh yang terjadi, dan bahkan sangat sulit dijelaskan dengan logika. Berikut ini fenomena-fenomena aneh yang tidak dapat dijelaskan dengan logika:

1. Wabah Tawa Tanganyika



Mungkin kejadian paling aneh yang berhasil di dokumentasikan dalam penyakit psikogenik massal ini adalah Wabah Tawa Tanganyika pada 1962. Kejadian lengkap atas kondisi ini digambarkan dalam paper yang diterbitkan pada Central African Journal of Medicine yang diterbitkan pada 1963. Wabah ini dimulai dengan adanya becandaan antara para mahasiswa di salah satu asrama di Tanzania, dan dari hal itu, seorang remaja putri mulai tertawa tanpa kendali. Pertama hanya ada sedikit tawa, yang kemudian makin lama makin panjang, dari sekedar jam, sampai berhari-hari.
Korban wabah ini, yang hampir semuanya adalah wanita, akhirnya mengalami kesakitan, pingsan, masalah pernapasan, gatal-gatal dan bahkan menangis, yang semuanya muncul akibat tawa histeris. Bahkan wabah tawa ini menular ke orang tua para mahasiswa, juga sampai ke sekolah lain dan bahkan ke desa sekitarnya. Dibutuhkan waktu 18 bulan lamanya sebelum wabah tertawa ini berhenti total.

2. Kematian Akibat Menari

Juli 1518, seorang wanita yang disebut bernama Frau Troffea berjalan di salah satu jalan sempit di Strasbourg, Prancis, dan mulai menarikan tarian yang berlangsung sekitar empat atau enam hari berturut-turut. Di akhir minggu, 34 orang ikut serta dengan tariannya, dan dalam sebulan, peserta tarian aneh bin ajaib ini mencapai 400 orang.
Para pejabat menyarankan untuk “menari lebih sering” untuk menyembuhkan para penari, tapi pada akhir musim panas, lusian orang di kota Alsatian meninggal karena serangan jantung, stroke, kelelahan karena tarian yang tidak berhenti sama sekali. Selama beberapa abad, kejadian aneh yang disebut sebagai wabah menari atau Epidemi 1518, sama sekali tidak dapat dijelaskan oleh berbagai ilmuwan mengenai apa yang menyebabkan terjadinya tarian kematian yang aneh dan ajaib ini.

3. Sungai Paling Terpolusi di India tiba-tiba menjadi ‘manis’

2006, Air laut yang masuk ke Mumbai, tiba-tiba berubah rasa menjadi manis, dan fenomena ini di’temukan’ oleh beberapa penduduku Mumbai yang tiba-tiba merasakan air di Sungai Mahim Creek, salah satu sungai paling terpolusi di India, yang menerima ribuan ton limbah mentah dan limbah industri setiap hari-nya tiba-tiba menjadi manis. Selama beberapa jam, penduduk Gujarat mengatakan bahwa air laut di pantai Teethal juga berubah manis.
Dewan Pengendali Polusi Maharashtra (The Maharashtra Pollution Control Board) telah mengeluarkan peringatan agar tidak ada penduduk yang meninum air yang ada, tapi tetap saja banyak orang mengumpulkan air tersebut dalam botol-botol, walaupun banyak sampah dan plastik yang ikut terhanyut dalam arus yang ada. Sekitar jam 2 pagi keesokan harinya, para penduduk yang berjaga mulai mengakui bahwa air yang tadinya manis berubah asin kembali.

4. Hujan Binatang


Kejadian unik ini mungkin adalah kejadian paling banyak ditemui di dunia. Hujan burung, kelelawar, ikan, bahkan cacing dan berudu sudah dilaporkan dari beberapa penjuru dunia. Para ilmuwan melaporkan bahwa kemungkinan besar ada badai dengan kecepatan tinggi dan angin puting beliung yang melewati air, dan menyedot hewan ini, kemudian dijatuhkan di tempat yang jauh.
Hampir selama satu abad ini, para penduduk Honduras selama hampir sabad ini merayakan apa yang disebut Lluvia de Peces (Hujan Ikan) setiap tahunnya. Ikan ini dipercaya disedot dari laut dan dijatuhkan 140 mil ke daratan atau mungkin ikan tersebut disedot dari semacam sumber air bawah tahan.


Sabtu, 03 Desember 2011

9 PEPATAH BIJAK…..

1. Janganlah engkau MENUNTUT ILMU, krn pd dasarnya ILMU itu tdk bersalah……:O
2. Janganlah engkau MENIMBA PENGETAHUAN, krn di dlm sumur tdk ada PENGETAHUAN…….;)
3. Janganlah engkau MEMBALAS BUDI, krn blm tentu BUDI yg melakukannya….:/
4. Janganlah engkau MENYUMBANGKAN LAGU, krn LAGU yg SUMBANG tentu tdk enak didengar…..:p
5. Janganlah engkau MENGURUSI TEMAN, krn blm tentu temanmu ingin berbadan KURUS…..<3

6. Janganlah engkau MEMBERITAHU orang yg brtanya, krn org itu mngkin sukanya makan TEMPE…..>:O
7. Janganlah engkau MENGARUNGI LAUTAN, percuma deh… krn KARUNG memang lebih cocok utk beras……(y)
8. Janganlah engkau MERESAPI kata2 bijak ini, krn MERES handuk aja sulit, apalagi MERES SAPI….:D
9. Janganlah engkau MELINDUNGI orang yg Lemah, sbb orang itu akan tambah Lemah apabila dikasih LINDUNG..

 

Rabu, 30 November 2011

7 Orang Terpintar Asal Indonesia

1.March BOEDIHARdjo – MAHASISWA TERMUDA KETURUNAN INDONESIA




Bocah Indonesia, March Boedihardjo, mencatatkan diri sebagai mahasiswa termuda di Universitas Baptist Hong Kong (HKBU).
March akan memiliki gelar sarjana sains ilmu matematika sekaligus master filosofi matematika. Karena keistimewaannya itu, perguruan tinggi tersebut menyusun kurikulum khusus untuknya dengan jangka waktu penyelesaian lima tahun(dari 2007). Ketika ditanya tentang cara beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru, March mengaku tidak pernah cemas berhadapan dengan teman sekelas yang lebih tua darinya. ”Ketika saya di Oxford, semua rekan sekelas saya berusia di atas 18 Tahun dan kami kerap mendiskusikan tugas-tugas matematika,’’ kisahnya.
March memang menempuh pendidikan menengah di Inggris. Hebatnya, dia masuk dalam kelas akselerasi, sehingga hanya perlu waktu dua Tahun menjalani pendidikan setingkat SMA itu. Hasilnya, dia mendapat dua nilai A untuk pelajaran matematika dan B untuk statistik. Dia juga berhasil menembus Advanced Extension Awards (AEA), ujian yang hanya bisa diikuti sepuluh persen pelajar yang menempati peringkat teratas A-level. Dia lulus dengan predikat memuaskan. Dalam sejarah AEA, hanya seperempat peserta AEA yang bisa mendapat status tersebut.




2.PROF NELSON TANSU, PHD – PAKAR TEKNOLOGI NANO
                                                         
Pria kelahiran 20 Oktober 1977 ini adalah seorang jenius. Ia adalah pakar teknologi nano. Fokusnya adalah bidang eksperimen mengenai semikonduktor berstruktur nano.
Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains dan rekayasa masa depan. Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari seluruh orang di dunia, bertopang pada anak anak muda brilian semacam Nelson. Nelson, misalnya, mampu memberdayakan Sinar Laser dengan listrik superhemat. Sementara Sinar Laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 1,5 watt.
Penemuan-penemuannya bisa membuat lebih murah banyak hal. Tak mengherankan bila pada Mei lalu, di usia yang belum 32 tahun, Nelson diangkat sebagai profesor di Universitas Lehigh. Itu setelah ia memecahkan rekor menjadi asisten profesor termuda sepanjang sejarah pantai timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor pada usia 25 tahun, sementara sebelumnya, Linus Pauling, penerima Nobel Kimia pada 1954, menjadi asisten profesor pada usia 26 tahun. Mudah bagi anak muda semacam Nelson ini bila ingin menjadi warga negara Amerika.
Amerika pasti menyambutnya dengan tangan terbuka. “Apakah tragedi orang tuanya membikin Nelson benci terhadap Indonesia dan membuatnya ingin beralih kewarganegaraan?” “Tidak. Hati Saya tetap melekat dengan Indonesia,” katanya kepada Tempo. Nelson bercerita, sampai kini ia getol merekrut mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan riset S-2 dan S-3 di Lehigh. Ia masih memiliki ambisi untuk balik ke Indonesia dan menjadikan universitas di Indonesia sebagai universitas papan atas di Asia.
Jawaban Nelson mengharukan. Nelson adalah aset kita.


3.MUHAMMAD ARIEF BUDIMAN : MERAH – PUTIH DI ST.LOUIS
Di sebuah ruang kerja di kompleks Orion Genomic, salah satu perusahaan riset bioteknologi terkemuka di negeri itu, seorang lelaki Jawa berwajah “dagadu”—sebab senyum tak pernah lepas dari bibirnya—kerap terlihat sedang salat.
anak pekerja pabrik tekstil GKBI itu sekarang menjadi motor riset utama di Orion. Jabatannya: Kepala Library Technologies Group. Menurut BusinessWeek, ia merupakan satu dari enam eksekutif kunci perusahaan genetika itu.
Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari gen, pembawa sifat pada makhluk hidup. Peran ilmu ini bakal makin sentral di masa depan: dalam peperangan melawan penyakit, rehabilitasi lingkungan, hingga menjawab kebutu*an pangan dunia.
Arief tak hanya terpandang di perusahaannya. Namanya juga moncer di antara sejawatnya di negara yang menjadi pusat pengembangan ilmu tersebut: menjadi anggota American Society for Plant Biologists dan—ini lebih bergengsi baginya karena ia ahli genetika tanaman—American Association for Cancer Research.
Asosiasi peneliti kanker bukan perkumpulan ilmuwan biasa. Dokter bertitel PhD pun belum tentu bisa “membeli” kartu anggota asosiasi ini. Agar seseorang bisa menjadi anggota asosiasi ini, ia harus aktif meneliti penyakit kanker pada manusia. Ia juga harus membawa surat rekomendasi dari profesor yang lebih dulu aktif dalam riset itu serta tahu persis riset dankontribusi orang itu di bidang kanker. Arief mendapatkan kartu itu karena, “Meskipun latar belakang saya adalah peneliti genome tanaman, saya banyak melakukan riset genetika mengenai kanker manusia,” ujarnya.

4.PROF DR. KHOIRUL ANWAR : TERINSPIRASI KISAH FIR’AUN
Wong ndeso asal Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu memegang dua paten penting di bidang telekomunikasi. Dunia mengaguminya.
Para ilmuwan dunia berkhidmat ketika pada paten pertamanya Khoirul, bersama koleganya, merombak pakem soal efisiensi alat komunikasi seperti telepon seluler.
Prof Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.Dunia memujinya. Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007.
Pada paten kedua, lagi-lagi Khoirul menawarkan sesuatu yang tak lazim. Untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi, dia menghilangkan sama sekali guard interval (GI). “Itu mustahil dilakukan,” begitu kata teman-teman penelitinya. Tanpa interval atau jarak, frekuensi akan bertabrakan tak keruan. Persis seperti di kelas saat semua orang bicara kencang secara bersamaan.
Dua penelitian istimewa itu mungkin tak lahir bila dulu Khoirul kecil tak terobsesi pada bangkai burung, balsam yang menusuk hidung, serta mumi Firaun. Bocah kecil itu begitu terinspirasi oleh kisah Firaun, yang badannya tetap utuh sampai sekarang. Dia pun ingin meniru melakukan teknologi “balsam” terhadap seekor burung kesayangannya yang telah mati. “Saya menggunakan balsam gosok yang ada di rumah,” kata anak kedua dari pasangan Sudjianto (almarhum) dengan Siti Patmi itu.
Khoirul berharap, dengan percobaannya itu, badan burung tersebut bisa awet dan mengeras. Dengan semangat, ia pun melumuri seluruh tubuh burung tersebut dengan balsam gosok. Sayangnya, hari demi hari berjalan, kata anak petani ini, “Teknologi balsam itu tidak pernah berhasil.”
Penelitian yang gagal total itu rupanya meletikkan gairah meneliti yang luar biasa pada Khoirul. Itulah yang mengantarkan alumnus Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung tersebut kini menjadi asisten profesor di JAIST, Jepang.

5.DR WARSITO P. TARUNO : AKU PULANG ,, BERJUANG ,, DAN AKU MENANG





Robot itu bernama Sona CT x001. robot yang dibekali dua lengan itu sedang memindai tabung gas sepanjang 2 meter. Di bagian atas robot, layar laptop menampilkan grafik hasil pemindaian. Selasa dua pekan lalu itu, Sona—buatan Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology—sedang diuji coba. Alat ini sudah dipesan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta.
Perusahaan migas Petronas, kata Warsito, tertarik kepada alat buatannya. Kini mereka masih dalam tahap negosiasi harga dengan perusahaan raksasa milik pemerintah Malaysia tersebut. Selain Sona, Edwar Technology mendapat pesanan dari Departemen Energi Amerika Serikat. Nilai pesanan lumayan besar, US$ 1 juta atau sekitar Rp 10 miliar.
Bahkan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun memakai teknologi pemindai atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) temuan Warsito.
ECVT adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. Teknologi ECVT bermula dari tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, Tahun 1991. Ketika itu pria kelahiran Solo pada 1967 ini ingin membuat teknologi yang mampu “melihat” tembus dinding reaktor yang terbuat dari baja atau obyek yang opaque (tak tembus cahaya).


6.SONJA DAN SHANTI SUNGKONO: SI KEMBAR PENAKLUK BERLIN

Penampilan mereka memukau publik musisi klasik, dari Eropa hingga Amerika. Diganjar berbagai penghargaan internasional bergengsi.
Kepiawaian jari-jari mereka menari di atas tuts pianolah yang dikagumi penikmat musik klasik, baik di Jerman maupun di kota-kota besar lain di mancanegara.
Prestasi mereka pun patut dibanggakan. Mereka meraih Jerry Coppola Prize dalam lomba duet piano di Miami, Amerika Serikat, pada 1999. Dua Tahun berturutturut, 2001 dan 2002, mereka menyabet Prize Winners Juergen Sellheim Foundation di Hannover, Jerman. Lalu pada 2002 menjadi juara ketiga Torneo Internazionale di Musica di Italia. Terakhir, mereka menggondol Prize Winners pada National Piano Duo Competition di Saarbrucken, Jerman, pada 2003.
Album pertama mereka, Works for Two Pianos, dirilis pada 2002. Dua Tahun berselang, Sonja-Shanti menelurkan album kedua bertajuk 20th Century Piano Duets Collection. Kedua album berformat CD itu di bawah label NCA Jerman. Peredaran album kedua lebih luas dari yang pertama.
Selain di Jerman, album tersebut beredar di Prancis, Italia, Austria, Swedia, Jepang, dan Amerika. Kedua album itu juga mendapat apresiasi yang cukup antusias dari sejumlah media musik klasik di Eropa. Selain itu, kedua album tersebut masuk arsip Perpustakaan Musik Naxos—produser musik klasik dunia yang menyimpan sekitar 36 ribu album.

7.JOHNY SETIAWAN, PH.D – PENEMU PLANET DAN BINTANG BARU
PENEMUAN itu sangat spektakuler karena dari 270 planet di luar tata surya yang telah ditemukan astronom dalam 12 Tahun terakhir, tak satu pun planet yang muncul dari bintang muda.
Johny yang memimpin tim peneliti di Max Planck Institute for Astronomy (MPIA), Heidelberg, Jerman itu menemukan planet pertama yang disebut TW Hydrae b dan bintang Baru TW Hydrae dengan menggunakan teleskop spektrograf F EROS sepanjang 2,2 meter di La Silla Observatory, Chile.
Dengan penemuan tim yang dipimpin Johny tersebut, peneliti dapat membuat kesimpulan penting tentang waktu pembentukan planet.Sejumlah pertanyaan pelik yang selama ini dihadapi peneliti, seperti bagaimana dan di mana sistem planet terbentuk?
Bagaimana arsitektur planet? Seberapa lama proses pembentukannya? Bagaimana posisi planet-planet seperti bumi di Galaksi Bima Sakti? Akan segera terjawab. Johny menyadari pentingnya penemuannya tersebut.
”Secara khusus saya bekerja di sejumlah proyek seperti ESPRI (Pencarian Planet dengan PRIMA/ Phase-Referenced Imaging and Micro-arcsecond Astrometry). Di sini saya menyeleksi dan mengamati karakteristik bintangbintang untuk program pencarian planet,”ungkapnya. Sejak 2003, Johny memimpin penelitian di observasi bintang dan planet ESO La Silla.
”Ini merupakan penemuan paling luar biasa dan spektakuler dalam studi planet-planet di luar tata surya.
Untuk pertama kali, kita telah menemukan langsung bahwa planet-planet terbentuk dalam lingkaran cakram. Penemuan TW Hydrae b membuka jalan untuk mengaitkan evaluasi lingkaran cakram dengan proses pembentukan dan migrasi planet,” papar Thomas Henning, direktur Planet and Star Formation Department di MPIA.






Kamis, 17 November 2011

City ​​of Bukittinggi


History



Bukittinggi city began standing in line with the arrival of the Dutch who later founded the blockhouse in 1825 during the War Padri in one of the hills contained within this city, known as Fort de Kock, as well as a resting place officers in the Dutch colonies Later in the reign of the Dutch East Indies, the area is always enhanced role in the constitution which later developed into a Stadsgemeente (city), and also serves as the capital Afdeeling Padangsche Bovenlanden and Onderafdeeling Oud Agam.During the Japanese occupation, the city of Bukittinggi used as a control center for the region of Sumatra military government, even to Singapore and Thailand, where the city became the seat of the military commander to 25 Kenpeitai, under the command of Major General Hirano Toyoji.Kemudian city changed its the name of Fort de Kock became Stadsgemeente Bukittinggi Yaku The SHO of the area was broadened to include the surrounding villages-villages like Sianok Anam Tribe, Gadut, Kapau, Ampang Tower, Taba and Bukit Batu Batabuah. Now Nagari-Nagari is entered into the Agam regency.After the independence of Indonesia, Bukittinggi was chosen to be the capital of the Province of Sumatra, with its governor Mr. Teuku Muhammad Hasan. The United Kingdom is also defined as an area municipality under the Province of Sumatra Governor Decree No. 391 dated June 9, 1947.At the time of maintaining the independence of Indonesia, the City Bukitinggi role as the city struggles, where on December 19, 1948, the city is designated as the capital of Indonesia after the Yogyakarta fell into Dutch hands, known as the Emergency Government of the Republic of Indonesia (PDRI). Later on, the event was designated a State-Defense Day, based on the Decree of President of the Republic of Indonesia Number 28 Year 2006 dated December 18, 2006.The next big city of Bukittinggi be based on Law Number 9 Year 1956 concerning the establishment of an autonomous region within the major cities of the province of Central Sumatra period, which covers the province of West Sumatra, Jambi, Riau Islands and Riausekarang.Even after the issuance of Government Regulation Number 84 of 1999 as a new legal basis of regional government in the implementation of Bukittinggi, but until now still can not be implemented.
Geography

Bukittinggi is located on the Bukit Barisan range that ran along the island of Sumatra,surrounded by three volcanoes is Mount Singgalang, Mount Marapi and Mount Sago, andat an altitude of 909-941 meters above sea level. The city is also air cool with temperatures ranging between 16.1 - 24.9 ° C. While the total area of the current town of Bukittinggi (25.24 km ²), 82.8% have been devoted to cultivation of land, while the rest isprotected forest.
The city has a hilly topography and berlembah, some hills are scattered in urban areas, among them the Mount Ambacang, Bukit Tambun Bones, Mandiangin Hill, Hill Campago,Kubangankabau Hill, Bukit Pinang Sabatang Nan, Canggang Hill, Hill Paninjauan and so on. While there is a valley which is also known as Sianok canyon with a depth that variesbetween 75-110 m, which didasarnya flows a river called denganBatang Masang which empties on the west coast of Sumatra island.
Population



Bengkudu Mosque with surrounding pond near Bukittinggi, one of the oldest mosques inIndonesia.

 
Market Ateh past




The development of the urban population can not be separated from the change inBukittinggi Bukittingi a trade center in the Minangkabau highlands, starting with the marketdibangunya by the Dutch East Indies government in 1890 under the name loods, local people spell it with loih, with a curved roof became known as the Loih Galuang.
Today, the city Bukittingi is the most populous city in the province of West Sumatra, with aworkforce of 52,631 people and about 3845 of them are unemployed. The city isdominated by ethnic Minangkabau, but there are also ethnic Chinese, Javanese, Tamiland Batak.
Chinese community to come together with the emergence of markets in London, theyallowed the Dutch East Indies government to build a shop / kiosk at the foot of the hillfortress of Fort de Kock west, stretching from south to north, now known as KampungCino. While the Indian traders placed in the foothills of the north, a circular from east to west and is now called Kampung Keling.
Government


Bukittinggi city hall
Since 1918 the town of Bukittinggi has gemeente status, then in 1930 the city area was expanded to 5.2 km ². During the Japanese occupation of the territory of this town againexpanded. Then at the beginning of the independence of Indonesia overlapping territorial limits of this town because of a unilateral determination of both the Dutch East Indies and Japan.
Currently these municipal boundaries surrounded by Agam regency, and konfik between the two governments regarding border area is still ongoing, [17] added after the release ofGovernment Regulation. 84 of 1999 concerning changes to border town of Bukittinggi andAgam regency, from government regulation (PP) is an area of ​​the town of Bukittinggi grew to 145.29,90 km ², with a few villages that were previously included on the Japanese occupation is within the administrative town of Bukittinggi.
But with the passing of the reform of government that provides a broad right of autonomyto the district and the city, came back from rejection Agam district community on the expansion and development of the town of Bukittinggi region. Agam district for the community into the area of urban sprawl, the loss was due to return to the application of the model village governance is more promising, than in sub systems. In addition the assumption arises, people who have heterogeneous city would also tend to give effect toindigenous traditions and the wealth that had been owned by the village.

Education
Since the Dutch colonial era, the city has become an educational center on the island ofSumatra, starting in 1872, with the establishment Kweekschool voor InlandscheOnderwijzers (school teachers for teachers bumiputeraor also known as king of the school's name, which later evolved into volksschool or school people. Then in 1912 cameHolandsch Inlandsche School (HIS), followed by the establishment of the School GuardianSchool voor Opleiding Inlandsch Ambtenaren (OSVIAin 1918In 1926 also hasestablished MULO in the town of Bukittinggi.
In the early days of independence in this city once stood Policewomen school and cadetsas well as Civil Service is the first school in Indonesiaeven Andalas University was first established in the city of Bukittinggi.

Health
Bukittinggi City has had good health care, where a city with a relatively small area has had 5 hospital that is 3 pieces of government-owned and two private sector, supported by 5 pieces of health centers and six health centers and 15 health centers around helper. One of the main General Hospital Dr. Achmad Mochtar, a government-owned public hospitaltype B with the number of beds as much as 299.
National Stroke Hospital located in this city, a government-owned hospitals with serviceexcellence for stroke with the number of beds as well as many 124.Begitu Islam Ibn SinaHospital, a private hospital that has a bed capacity of 136 pieces.
Meanwhile, to increase the availability and quality of health personnel in order to improvepublic health services, until the year 2009 there were 8 health personnel educationinstitutions in the city of Bukittinggi, two government-owned institutions (Poltekes) and 6are managed by private parties.

Nexus

Tri Dharma Eka Power Museum in Bukittinggi



Hotel The Hill in London

Bukittinggi is at a strategic position, connected with several other cities including the cities that are outside the province of West Sumatra, sepertikota Pekanbaru and Medan, and atown through which the Trans Central Sumatra. Terminal Aur Yellow is the main terminal forfreight ground transportation in this city. As for transportation in the city, available means oftransportation other than city microbus and a hansom cab (carriage horses).
Previously the city is traversed by a railway line from the city Payakumbuh to the city of Padang, which was built around the early 20th century during pemerintahanHindia-Dutch,but after independence the means of transportation is no longer active.
The city also has a non-class air transport facilities are named Airport, United Kingdom

Economy
Galuang Loih market developments now called Market Ateh, making the Dutch East Indies government then re-develop the market, by rebuilding a loods to the east in 1900, precisely at the waist area of the hill adjacent to the ditch that flows at the foot of the hill,because market place is located in the slope of the local people call it by name Telengmarket (Italic) or market slope. The next development in the surrounding area appear again in the next several markets including the Lower Markets and Market Banto. Instructuring the market, the Dutch East Indies government also connects each market withlong and slender (stairs) and among the famous is called by the name of bunch 40.
To reduce buildup on one area of ​​the town of Bukittinggi and then develop the urban areato the east by the Yellow Aur Market building, which currently is one of the wholesale tradecenter for goods convection in the town of Bukittinggi. While the traditional markets around the area such as the Clock Tower Ateh Market, Market and Market Bottom Slope, nowevolved into a place selling handicrafts and souvenirs typical of Minangkabau.
Due to a small area, the trade sector is one option that is right for the town of Bukittinggi in increasing per capita income, and has become one of the main objectives in the field of trade on the island of Sumatra.
In addition Bukittinggi city government also spawned several programs in alleviatingpoverty among the training increased diversification in the form of training and skills upgrading training making kebaya embroidery, as well as new entrepreneurial growth.
Tourism


bridge Limpapeh
 


canyon sianok
                                                            
The development of tourism is one of the leading sectors for the city of Bukittinggi, the many interesting attractions, make this city dubbed as the "city tour". Currently in the town of Bukittinggi has been there about 60 hotels and 15 travel agencies. [30] Hotels located in cities such as The Hills Bukittinggi (formerly Novotel), Hotel Pusako and so on.
Sianok canyon valley is one of the main attractions. Panorama Park is located in the town of Bukittinggi allow tourists to see the beautiful scenery Sianok canyon. Inside the parkthere is also a cave Panorama hideaway former Japanese soldiers during World War IIJapanese sebagaiLubang called Bukittinggi.
In the park there is a replica Kanduang Bundo Tower House which serves as a museumkebudayaanMinangkabau, Bukittinggi Zoo and Fort de Kock is connected by a pedestrian bridge called the Bridge Limpapeh. Limpapeh pedestrian bridge above the road A. Yaniwhich is the main street in the town of Bukittinggi.
Market Ateh (pasas above) are adjacent to the Clock Tower which is the center of the city.In the market there are many sellers Ateh handicrafts and embroidery [31] as well assnacks souvenirs typical of West Sumatra as Karupuak Sanjai (cassava chips ala Sanjaiarea in London) is made from cassava, Karupuak Jangek made ​​from cow or buffaloleather and Karak Kaliang, a kind typical of Bukittinggi snacks shaped like a figure 8.Currently, he also has built several modern shopping centers in the city of Bukittinggi.



Sport                                             Community town of Bukittinggi is very fond of sport riding, and every year the city held acontest in Bukit Ambacang horse racing, which has been held since 1889, the race horseracing is a series of runway horse race held in several other areas in West Sumatra, in the presence of this pelombaan also encouraged to keep the persistence of the breeders of horses, other than as a traditional source of livelihood as well as society. Also during theIndonesian revolution, the area is also a runway or airfield for small aircraft types.Press and Media                                                                                                                        During the Japanese occupation, the city's largest ever established a radio transmitter tothe island of Sumatra at the time, in order to raise the spirit of the people to support theinterests of the Greater East Asia War the Japanese version. In this city there are severalradio stations as a means of information and entertainment in between RRI Bukittinggi,Elsie FM, SK FM, FM GRC and so on.